MERGER DAN AKUISI

  A. Pengertian Merjer dan akuisisi Istilah Merjer dan akuisisi sering kali digunakan secara berganti meskipun sebenarnya memiliki perbedaan makna. Sebuah perusahaan yang melakukan akuisisi apabila perusahaan tersebut membeli perusahaan lain, jenis usaha dari perusahaan yang dibeli tersebut bervariasi. Misalnya saja pembelian atas jenis usaha yang di miliki oleh perusahaan tersebut, atau bisa saja pembelian atas sejumlah asset dari perusahaan, asset yang dibeli bisa melebihi 51% atas asset yang dimiliki sebelumnya. Untuk akuisisi juga bervariasi. Contohnya akuisisi yang bersifat penggabungan dan akuisisi yang bersifat pemisahan. Untuk jenis akuisisi yang bersifat pemisahan, hal ini dikarenakan adanya perseteruan yang terjadi di dalam perusahaan tersebut. Akuisisi terjadi apabila disertai negosiasi antara perusahaan pertama dengan perusahaan yang menjadi target akuisisi. Hal ini  khususnya terjadi bila saham yang di miliki oleh perusahaan tersebut bukan saham publik. Akuisisi bisa juga dilakukan dengan cara mengumumkannya ke publik terhadap penjualan saham dengan harga tertentu, biasanya harga saham yang dijual tentu berbeda dan dikenal sebagai saham premium. Dengan kata lain, ada tender yang ditawarkan dalam memenuhi target perusahaan merupakan ciri dari akuisisi penggabungan dan sebaliknya merupakan akuisisi pemisahan Sebagai contoh, akuisisi yang terjadi antara DaimlerChrysler dengan Mitsubishi dan Renault dengan Nissan. Bila asset yang dimiliki oleh masing-masing perusahaan tersebut dalam jumlah yang sama di gabungkan maka hal ini disebut Merjer. Merjer juga dapat dilakukan seperti halnya akuisisi. Dalam Merjer tidak mengenal istilah pemisahan seperti yang terdapat pada akuisisi, karena Merjer terjadi bila ada suatu perusahaan yang saling membeli sejumlah asset dari perusahaan lain. Misalnya saja DaimlerChrysler (perusahaan yang dibeli oleh Mitsubishi) adalah bentuk penggabungan atau merjer antara Daimler-Benz dan Chrysler yang saling mengivestasikan sejumlah modalnya masing-masing.   B. Nilai Merjer dan Akuisisi Merjer dan akuisisi merupakan pilihan yang stratejik bagi perusahaan. Ada banyak perusahaan yang telah menggunakan merjer dan akuisisi, sebut saja antara 2003 hingga di akhir 2005 nilai total merjer dan akuisisi mencapai 2,58 triliun US Dollar. Di tahun 2005, terdapat 11.013 kesepakatan yang dibuat tuk nilai pasar yang mencapai 1,2 triliun US Dollar, ada banyak perusahaan yang terlibat dalam Merjer dan akuisisi Merjer Atau PenggabunganMerjer adalah penggabungan dari dua atau lebih perusahaan menjadi satu kesatuan yangterpadu. Perusahaan yang dominan dibanding dengan perusahaan yang lain akan tetapmempertahankan identitasnya, sedangkan yang lemah akan mengaburkan identitas yangdimilikinya.   C. Jenis-Jenis Merjer – Merjer Vertikal Perusahaan masih dalam satu industri tetapi beda level atau tingkat operasional. Contoh:   Restoran cepat saji menggabungkan diri dengan perusahaan peternakan ayam.    –   Merjer Horisontal Perusahaan dalam satu industri membeli perusahaan di level operasi yang sama. Contoh: pabrik komputer gabung dengan pabrik komputer.   – Merjer Konglomerasi Tidak ada hubungan industri pada perusahaan yang diakuisisi. Bertujuan untuk meningkatkan profit perusahaan dari berbagai sumber atau unit bisnis.  Contoh: Perusahaan pengobatanalternatif bergabung dengan perusahaan operator telepon seluler     nirkabel.     –  Pengembangan Produk Pemasaran Produk        Perusahaan Merjer yang terbentuk karena adanya pemasaran produk baru     D. Akuisisi Akuisisi adalah pembelian suatu perusahaan oleh perusahaan lain atau oleh kelompok investor.Akuisisi sering digunakan untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan baku atau jaminan produk akan diserap oleh pasar. Contoh : Aqua diakuisisi oleh Danone, Pizza Hut oleh Coca-Cola, dan lain-lain   E. Hostile Take Over atau Pengambil Alihan Secara PaksaHostile take over adalah suatu tindakan akuisisi yang dilakukan secara paksa yang biasanyadilakukan dengan cara membuka penawaran atas saham perusahaan yang ingin dikuasai di pasar modal dengan harga di atas harga pasar. Pengambilalihan secara paksa biasanya diikuti oleh pemecatan karyawan dan manajer untuk diganti orang baru untuk melakukan efisiensi Leverage BuyoutLeverage buy out adalah teknik pengusaan perusahaan dengan metode pinjaman atau utang yangdigunakan pihak manajemen untuk membeli perusahaan lain. Terkadang suatu perusahaan targetdapat dimiliki tanpa modal awal yang besar   Alasan-alasan Melakukan Merjer dan Akuisisi  Ada beberapa alasan perusahaan melakukan penggabungan baik melalui Merjer maupun akuisisi, yaitu:   a. Pertumbuhan atau diversifikasi  Perusahaan yang menginginkan pertumbuhan yang cepat, baik ukuran, pasar saham, maupundiversifikasi usaha dapat melakukan Merjer maupun akuisisi. Perusahaan tidak memiliki resikoadanya produk baru. Selain itu, jika melakukan ekspansi dengan Merjer dan akuisisi, maka perusahaan dapat mengurangi perusahaan pesaing atau mengurangi persaingan. b. Sinergi  Sinergi dapat tercapai ketika Merjer menghasilkan tingkat skala ekonomi (economies of scale). Tingkat skala ekonomi terjadi karena perpaduan biaya overhead meningkatkan lpendapatan yanglebih besar daripada jumlah pendapatan perusahaan ketika tidak Merjer. Sinergi tampak jelasketika perusahaan yang melakukan Merjer berada dalam bisnis yang sama karena fungsi dantenaga kerja yang berlebihan dapat dihilangkan. Meningkatkan dana Banyak perusahaan tidak dapat memperoleh dana untuk melakukan ekspansi internal, tetapidapat memperoleh dana untuk melakukan ekspansi eksternal. Perusahaan tersebutmenggabungkan diri dengan perusahaan yang memiliki likuiditas tinggi sehingga menyebabkan peningkatan daya pinjam perusahaan dan penurunan kewajiban keuangan. Hal inimemungkinkan meningkatnya dana dengan biaya rendah.   d. Menambah ketrampilan manajemen atau teknologi  Beberapa perusahaan tidak dapat berkembang dengan baik karena tidak adanya efisiensi padamanajemennya atau kurangnya teknologi. Perusahaan yang tidak dapat mengefisiensikanmanajemennya dan tidak dapat membayar untuk mengembangkan teknologinya, dapatmenggabungkan diri dengan perusahaan yang memiliki manajemen atau teknologi yang ahli. e. Pertimbangan pajak   Perusahaan dapat membawa kerugian pajak sampai lebih 20 tahun ke depan atau  sampaikerugian pajak dapat tertutupi. Perusahaan yang memiliki kerugian pajak dapat melakukanakuisisi dengan perusahaan yang menghasilkan laba untuk memanfaatkan kerugian pajak. Padakasus ini perusahaan yang mengakuisisi akan menaikkan kombinasi pendapatan setelah pajak dengan mengurangkan pendapatan sebelum pajak dari perusahaan yang diakuisisi.Bagaimanapun Merjer tidak hanya dikarenakan keuntungan dari pajak, tetapi berdasarkan daritujuan memaksimisasi kesejahteraan pemilik. f . Meningkatkan likuiditas pemilik   Merjer antar perusahaan memungkinkan perusahaan memiliki likuiditas yang lebih besar. Jika perusahaan lebih besar, maka pasar saham akan lebih luas dan saham lebih mudah diperolehsehingga lebih likuid dibandingkan dengan perusahaan yang lebih kecil.   g. Melindungi diri dari pengambilalihan  Hal ini terjadi ketika sebuah perusahaan menjadi incaran pengambilalihan yang tidak bersahabat. Target firm mengakuisisi perusahaan lain, dan membiayai pengambilalihannya dengan hutang,karena beban hutang ini, kewajiban perusahaan menjadi terlalu tinggi untuk ditanggung oleh bidding firm yang berminat. Sebelum memulai Merjer, Anda dapat menyiapkan laporan keuangan dan kas. Berikut ini beberapa hal yang harus Anda lakukan sebelum Merjer:   1. Rencanakan ke depan dalam menentukan jalan terbaik untuk memfasilitasi penggabungan budaya organisasi perusahaan sehingga akan menghindari “tabrakan.” Anda harus memberikan pemikiran yang cermat untuk integrasi budaya. Sementara fokusnya adalah keuntungan finansial, Anda harus mempertahankan bahkan meningkatkan semangat staf. Mengintegrasikan tim yang mencakup anggota dari kedua entitas sehingga mereka mengerti bahwa mereka adalah satu entitas dengan satu tujuan. 2. Konsultasikan dengan perantara Merjer, seperti seorang pialang bisnis yang menangani Merjer usaha Anda. Mereka mengenakan persentase dari harga biaya untuk layanan mereka mencakup penilaian serta menindaklanjuti semua prosedur hukum yang dibutuhkan. 3.  Negosiasikan sebelumnya, siapa yang akan tinggal dan siapa yang akan pergi. Anda tidak perlu menduplikasi tugas. Sepakat pada siapa yang akan bertanggung jawab memiliki jabatan tertinggi dalam perusahaannya, namun keduanya tidak dapat menikmati fungsi yang sama di perusahaan yang akan dibuat. 4. Tentukan nama perusahaan baru Anda dan perikasa beberapa hal seperti utang, kontrak kerja dan kewajiban dengan perusahaan lain. 5. Tentukan kebijakan kedua perusahaan. Hindari hanya menggunakan kebijakan perusahaan asli Anda dan tidak mengakomodir kebijakan perusahaan lain.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s