PEMBAGIAN, PENCAPAIAN, DAN POSISI – Profil Pemasaran

 

 

Apa itu Pemasaran ?

Ketika pemasaran mengatur penjualan produk atau jasa, satu hal dari banyak hal terpenting yang mereka harus lakukan adalah mengidentifikasi pasar mereka dengan cara menentukan atau membedakan siapa pelanggan mereka yang paling berpotensi. Untuk memenuhi persyaratan sebagai pelanggan yang berpotensi , orang atau pembisnis harus mengikuti 4 kriteria dibawah ini :

  1. Mereka harus menginginkan atau membutuhkan produk atau jasa
  2. Mereka harus tertarik atau tertarik secara potensial dalam membeli produk atau jasa
  3. Mereka hrus memiliki cukup uang atau kredit untuk membeli produk atau jasa
  4. Mereka harus berkeinginan untuk membeli produk atau jasa.

Untuk 4 tujuan diata, maka pasar terdiri dari orang orang atau pembisnis dengan ke, ketertarikan atau potensi ketertarikan, kekuatan untuk membayar, dan keinginan untuk membeli produk atau jasa yang memenuhi kebutuhan atau kemauan.

Pertimbangan, sebagai contoh, pasar helm motor. Sebagai bagian dari pasar ini, seseorang harus membutuhkan helm untuk digunakannya sendiri atau sebagai hadiah dan tertarik untuk membeli satu. Semua Kriteria ini akan dihiraukan oleh seseorang yang tidak memiliki kendaraan bermotor atau tidak berniat untuk memberikan helm sebagai hadiah pada orang lain. Selain itu juga, kriteria ini akan disingkirkan oleh mereka yang memiliki kendaraan bermotor namun tinggal disuatu wilayah tanpa adanya peraturan pemakaian helm dan tidak menggunakan helm selama berkendara. Seseorang yang tidak punya uang untuk membeli helm juga tidak akan menghiraukan kriteria tersebut.

Pasar konsumen  terdiri dari pembeli  yang berkeinginan  untuk menggunakan atau keuntungan dari produk atau jasa mereka sendiri. Seperti pelanggan yang sering  dimaksudkan sebagai pelanggan utama. Pasar bisnis terdiri dari individu  atau organisasi yang membeli secara langsung barang atau jasa yang akan digunakan dalam produksi atau produk lain serta jasa untuk digunakan dalam operasi keseharian mereka atau untuk dijual kembali. Semua pelanggan yang dimaksudkan sebagai bisnis ke bisnis atau kelompok konsumen.

 

Pemasar meggunakan strategi yang berbeda untuk meraih pelanggan atau pembisnis untuk menyatukan kebutuhan  tiap pasar. jumlah penjualan pribadi yang diinginkan, media yang digunakan usaha promosi, pengemasan, cara menentukan harga, kecepatan pemesanan, dan jangka kredit yang tersedia sangat berbeda antara pasar bisnis dan pasar pelanggan. karena setiap jenis pasar dan memang setiap pasar harus dianalisis secara terpisah, segmentasi pasar sangat  penting untuk keperluan bisnis dan pasar konsumen.

Dasar Segmentasi                                                                                                            

Pelaku pasar bervariasi dalam tingkat kesamaannya. Beberapa diantaranya terdiri dari orang orang atau pembisnis yang memiliki kebutuhan yang sama, pilihan, atau keinginan yang sama. Semua kesamaan pasar cukup mudah bagi pelaku pasar untuk melayani. Campuran pasar tunggal dapat dikembangkan untuk memuaskan setiap orang di pasar. kebanyakan pasar, memiliki karakteristik berbeda. Titik temu dari pasar yang beranekaragam merupakan tantanngan bagi pelaku pasar.  salah satu cara umum tantangan ini dipenuhi adalah melalui segmentasi pasar. keberhasilan dari segmentasi pasar adalah untuk mengidentifikasi bagian bagian pasar meliputi orang orang atau bisnis dengan karakteristik yang sama dan oleh karena itu hal yang sama dibutuhkan.

SEGMENTASI GEOGRAFIS

Ketika manajer pemasaran membagi total pasar menjadi bagian berdasarkan lokasi, mereka menggunakan segmentasi geografis (pemisahan). Banyak tipe lokasi dapat digunakan antara lain daerah, negara, negara bagian, kabupaten, kotamadya atau kota, dan bahkan lingkungan. tergantung pada barang atau jasa yang dipasarkan. Sebagai contoh :

sebuah utilitas publik terkemuka membandingkan penggunaan energi berdasarkan wilayah geografis untuk memetakan kampanye konservasi energi dan meramalkan kebutuhan energi.

Sebagai dasar bahwa konsep pasar global telah berkembang, peluang baru untuk menggunakan segmentasi geografis telah diciptakan. Banyak pemasar yang sebelumnya terkonsentrasi di negara mereka sendiri telah menemukan bahwa segmen pasar  didefinisikan atas dasar lokasi dunia, yang dalam hal ini  telah memberikan peluang luar biasa untuk produk-produk yang mungkin sudah mencapai atau melampaui permintaan puncak mereka  hingga mencapai tingkat rumah tangga.

Kadang-kadang keputusan untuk segmen pasar geografis menimbulkan pertanyaan etis, salah satunya adalah  sorotan tentang etika : segmentasi geografis dapat mengangkat isu-isu yang bersifat  etis.

 

 

SEGMENTASI DEMOGRAFIS

Pembagian total pasar menjadi segmen yang berbasis pada variabel seperti umur, jenis kelamin, penghasilan, pekerjaan, pendidikan, ras, kewarganegaraan, dan status sosial dikenal sebagai segmentasi demografi.  Hal ini merupakan metode yang paling populer oleh pelaku pasar  yang mengidentifikasi segmen pasar.  segmentasi demografi  secara umum digunakan secara luas karena dua alasan :

1)      Pertama, konsumen menginginkan dan membtuhkan barang atau jasa berdasarkan karakteristik demografi nya. Contoh jenis kelamin merupakan variabel segmentasi penting  untuk produk kosmetik, bagi seseorang yang berjenis kelamin wanita.

2)      Variabel demografi relatif mudah untuk diukur dan telah tersedia untuk pelaku pasar.

Sebagai contoh :

perusahaan kosmetik besar seperti Revlon, Maybelline, dan garis cover girl Procter & Gamble mulai merumuskan produk untuk kebutuhan perempuan dari etnis minoritas. Kosmetik untuk wanita amerika asian, hispanic, dan afrika sekarang dapat ditemukan di hampir  outlet pnjualan .

SEGMENTASI GEODEMOGRAFI

Segmentasi geodemografi didasarkan pada sebuah alasan ekonomi yang sama dan latar belakang budaya serta kecenderungan penilaian yang bersifat mengelompok secara bersama-sama. Hal ini merupakan gabungan antara informasi geografi dan demografi. Sejumlah penelitian pemasaran sekarang dilengkapi dengan informasi singkat. 2 contoh segmentasi geodemografi yaitu model Claritas Prizm dan ACORN.

Model Claritas Prizm  mengkombinasikan data sensus U.S dan informasi geografis untuk mengidentifikasi 40 kategori geodemografi di Amerika. Menurut model Prizm , sebagai contoh chappaqua, new york, dan winnetka, illinois , diklasifikasikan sebagai perkebunan bangsawan. Kategori ini  meliputi lngkungan sosial-ekonomi terkaya diamerika, dimana dihuni oleh sekelompok manager, profesional, dan pewaris harta kkayaan dan memiliki hak-hak istimewa.

ACORN (klasifikasi lingkungan perumahan) merupakan kelompok data eropa yang dilengkapi informasi yang dpaat digunakan untuk menyelesaikan segmentasi geodemografi . ACORN merupakan negara spesifik seperti Prizm, yang dapat digunakan untuk mendefinisikan karakteristik dan lokasi dari sekelompok konsumen, ACORN menggunakan 61 karakteristik gaya hidup untuk mengklasifikasi 226,000 lingkungan kedalam 40 segmen. Karakteristiknya meliputi pendapatan, usia, pendidikan, harga rumah dan tipe rumah tangga.

SEGMENTASI PSIKOGRAFIS

Psikografis merupakan variabel segmentasi yang berdasarkan pada karakteristik personal konsumen dan gaya hidup. Gaya hidup yang mengacu pada satu set nilai-nilai atau selera yang dipamerkan oleh sekelompok konsumen, terutama tercermin dalam pola konsumsi hdup mereka.

Karena variabel psikografis adalah kondisi pikiran, mengumpulkan informasi tentang variabel ini bisa menjadi tantangan bagi pelaku pasar. Salah satu cara paling umum untuk mengidentifikasi variabel psikografi adalah AIO (Kegiatan, ketertarikan, dan pendapat) inventaris. Inventaris  tersebut biasanya berupa formulir survei dimana peneliti meminta  konsumen untuk menjawab pertanyaan yang memberikan wawasan dan pendapat tentang ketertarikan konsumen dan jenis kegiatan yang mereka sukai dimana mereka terlibat didalamnya.

SEGMENTASI PERILAKU

Segmen pasar diidentifikasi menurut perilaku yang sesungguhnya dari konsumen. Yang termasuk ke dalam kategori ini adalah penggunaan harga, jenis perjanjian, kesiapan langkah, dan kelebihan dalam mencoba.

(1)   Penggunaan Harga :

Frekuensi dimana konsumen membeli atau menggunakan produk atau jasa. Ketika pelaku pasar memlih penggunaan harga sebagai variabel segmentasi, mereka membagi pasar menjadi 3 kategori , yaitu pengguna berat, artinya penggunaan barang melebihi setengah , pengguna ringan, artinya penggunaan barang hanya setengah, dan bukan pengguna.

Pelaku pasar mencoba untuk menemukan karakteristik demografi yang berhubungan dengan penggunaaan harga. Pengguna berat dari campuran kue,, tentunya harus wanita, berusia lebih dari 40 tahun, dan bekerja penuh di rumah.

Strategi campuran pemasaran yang brbeda merupakan secara langsung mengarah ke masing-masing segmen.  Pembuat bir menggunakan harga promosi untuk menarik segmen pengguna berat. (fenomena ini kemungkinan besar sensitif terhadap harga) meskipun target nya adalah harga yang tinggi tidak mempengaruuhi konsumen untuk mencicipi produk baru dalam jumlah yang tinggi.

Pengguna ringan mungkin jg  menjadi pasar  yang baik untuk unit yang kecil, kirakira 6-8 per botol atau per kaleng. Bukan pengguna, mungkin lebih tertarik dengan pengenalan produk non alkohol atau bir yang berasa bukan bir. Pelaku pasar, tentunya  memutuskan hnya  berkonsentrasi pada segmen pengguna berat dan menolak  2 segmen lainnya (ringan dan bukan pengguna).

(2)   Jenis Perjanjiian

Konsumen menunjukkan persetujuan yang berbeda dari sebuah perjanjian ,dimana konsumen  tetap membayar produk atau jasa yang dia sukai. Sehingga, dalam hal ini beberapa pelancong atau wistawan  selalu akan berlibur jika memungkinkan, beberapa akan tetap berlibur sesuai dengan keinginan hati, beberapa akn diam di hotel untuk kepentingan pribadi, dan beberapa mencoba untuk menghindari liburan. Selain itu, hal ini dapat mengurang biayai promosi, transaksi penjualan dengan sebuah perjanjian  dengan pelanggan yang mengambil waktu sedikit namun umumnya menghasilkan pemasukan yang besar. Oleh  karena itu, sangt penting bagi pelaku pasar untuk mengidentifikasi pelanggan (konsumen) yang memiliki kesetiaan dalam menetapi janji sebuah perjanjian  dan untuk merancang strategi pemasaran dalam menjaga kepuasan pelanggannya.

Pelaku pasar juga harus menarik konsumen yang lalai  dalam membuat sebuah perjanjian menjadi pelanggan yang setia pada satu perjanjian. Kebanyakan penerbangan, sebagai contoh memiliki kreaktivitas dalam meningkatkan fasilitas penerbangannya.

Pesan promosi langsung ditujukan kepada konsumen yang cenderung berpindah dari satu ke lainnya. Dalam melakukan Perjanjian dengan konsumen seharusnya diyakinkan bahwa mereka telah berada pada pilihan yang tepat.

(3)   Kesiapan langkah

Konsumen yang berbeda berarti berbeda pula kesiapannya dalam membeli suatu barang. Beberapa konsumen biasanya ada yang memilki ketidakhati-hatian dalam membeli barang, beberapa yang lain memiliki tingkat kehati-hatian dalam memilih jenis barang namun mereka tidak begitu berpengetahuan tentang hal itu, yang lain mungkin memiliki banyak   pengetahuan  namun mereka tidak pernah mau mencoba, beberapa menginginkan barang tersebut , dan ada juga beberapa yang lain membelinya secara langsug.

Strategi yang berbeda menjadi syarat untuk setiap segmen. Iklan yang tinggi mungkin menjadi syarat  yang secara tidak disadari dalam mempengaruhi penjualan. Cara iklan yang berbeda  dari berbegai metode yang digunakan menciptakan kesadaran yg bersifat effective dalam menarik minat pelanggan.

(4)         Mencari keuntungan

Segmentasi keuntungan membagi lagi pasar menurut perebdaan berdasarkan keuntungan dimana konsumen diperoleh kembali ketika mereka membeli barang yang baik atau jasa. Pendukung dari segmentasi keuntungan menyatakan  bahwa keuntungan diperoleh  melalui konsumen khususnya dari cara berperilaku mereka, dengan kata lain karakteristik tingkah laku dan variable segmen lain dirasa hanya sebagai wakil yang berhubungan dengan tipe perilaku, sama halnya dengan dengan factor psikografis, tidak mudah dalam mengobservasi keuntungan  yang konsumen peroleh. Mengidentifikasi semua keuntungan  merupakan sebuah tantangan  bagi pelaku pasar yang menginginkan  pendekatan ini untuk segmentasi (pemisahan). Pelaku pasar umumnya menggunakan penelitian pasar untuk membantu mreka dalam mengidentifikasi  keuntungan sesuai target mereka dari sebuah produk.  Salah satu tehniknya adlaah “peningkatan”. Tingkatan (peningkatan) berusaha untuk mengidentifikasi  keuntungan yang diperoleh melalui permulaan produk yang spesifik dan mendorong konsumen untuk beralih dalam menyukai produk yang lebih baik. Misalnya biscuit orea dibandingkan dengan biscuit biasa. Menyelidiki konsumen, peneliti pelaku pasar mungkin menentukan hal ini berdasarkan kesukaan yang sifatnya turun temurun. Misalnya bias jadi orea merupakan biscuit favorit ayahnya, Karena ayah suka mengkonsumsi akibatnya anak  pun cenderung menyukai biscuit ini.  Ketika sang istri membeli orea, maka sang suami merasa senang ,dan keluarga pun akhirnya bahagia.  Oleh karena itu, keluarga yang bahagia dan hidup nyaman merupakan keuntungan yang diperoleh oleh konsumen.

 

KRITERIA UNTUK MENYELEKSI TARGET PASAR

Fakta bahwa segmen pasar ada, tidak hanya berarti bahwa pelaku pasar  seharusnya mengidentifikasi hal tersebut sebagai target pasar, tiap potensial dari target pasar seharusnya dievaluasi menggunakan setidaknya 3 kriteria, antara lain :

(1)   Ukuran,

(2)   Pencapaian

(3)   Pertanggung jawaban terhadap pemasaran

 

(1)   Ukuran

bagi segmen pasar menjadi target pasar yang baik, segmen harus cukup besar dalam memperoleh keuntungan dan mengatur pengeluaran yang baik dalam pemasaran dolar. Sebagai bahan pertimbangan, misalnya 2 segmen yang berpotensial dari pema saran mobil, orang yang sangat pendek dan orang yang sangat tinggi. Tiap-tiap dari kelompok ini hrus cenderung kemungkinan besar menentukan desain spesifik yang dibtuhkan . namun penentuan dalam desin yang spesifik tersebut harus berimbang dengan biaya pengeluaran. Tujuannya adalah agar setiap segmen pasar memperoleh keuntungan sesuai dengan yang diharapkan.

Ukuran bisa jadi dapat menjadi masalah yang rumit, jadi pelaku pasar seharusnya  tidak hanya menilai target pasar hanya berbasis pada ukuran saja. Pemikiran yang umumnya keliru bahwa semakin besar perusahaan maka makin besar potensial yang diperoleh.  Segmen pasar mungkin memiliki banyak orang yang tergabung didalamnya, namun mungkin saja orang-orang tersebut memiliki pendapatan yang rendah atau karakteristik lain yang membatasi potensi pembelian mereka. Lagipula, segmen pasar besar kemungkinan besar menarik perhatian kompetitor. Sebagai contoh, mereka mungkin lebih bersaing dalam pemasaran skala besar dibandingkan dengan pemasaran dalam skala kecil. Mengidentifikasi segmen pasar yang sangat kecil  sebagai target pasar pemasaran MIcroniche.

(2)   Pencapaian

Bagi segmen pasar yang terfokus sbg  target pasar, pelaku pasar harus mampu mencapai hal tersebut. Pelaku pasar mengidentifikasi segmen yang cukup besar sebagi  potensi yang menguntungkan. Namun mereka tidak dengan mudah mampu mencapai setiap segmen melalui ketersediaan promosi atau jalur distribusi.

 

PERTANGGUNGJAWABAN TERHADAP PEMASARAN

Segmen pasar membuat target pasar yang baik ketika individu-individu merespon usaha  pemasaran tersebut dimana Sebuah segmen yang berasal dari  semua informasi produk tersebut disampaikan melalui komunikasi  dari mulut  ke mulut.

Untuk menentukan apakah sebuah segmen akan direspon menjadi usaha pemasaran secara berkelompok, penelitan dalam pemasaran harus dilakukan. Perusahaan mungkin seharusnya menginvestigasi kemampuan respon  dari setiap segmen pemasaran melalui survey  atau bahkan melalui uji pemasaran.

 

 

 

STRATEGI PENCAPAIAN

Stelah pasar  dibagi-bagi sesuai dengan fungsinya maka pelaku pasar memiliki beberapa strategi pilihan  dalam menyeleksi target pasar :

Pemasaran Non Berbeda

Pelaku pasar yang menggunakan prinsip pemasaran non berbeda biasanya disebut pemasaran Tinggi., maksudnya adalah permintaan konsumen terhadap suatu produk atau jalur produk menggunakan campuran pemasaran tunggal. Hal ini menggunakan pendekatan logis untuk pemasaran dimana produk yang digunakan umumnya bersifat homogen. Meskipun ada beberapa pemasaran menjual produknya secara heterogen. Pelaku pasar yang menggunakan pemasaran non berbeda  tidak  mempraktekkan system segmentasi pasar.  Respon konsumen biasanya berbeda untuk setiap produk yang berbeda pula dan memiliki persamaan respon terhadap satu jenis produk. Ketika kompetisi di minimalkan atau di tiadakan, pemasaran non berbeda dapat menjadi strategi yang sukses dalam menjual produk

Pemasaran Berbeda

Pelaku pemasaran berusaha untuk menjangkau pasar secara luas untuk barang dan jasa melalui pengembangan produk yang bersifat unik untuk mencapai setiap  segmen yang berkolabarasi dengan yang lain dari populasi terbesar.  Pendekatan ini disebut dengan pemasaran berbeda. Dalam hal ini,setiap segmen pasar menjadi target pasar bagi setiap perusahaan.

Sebagai contoh :

Perusahaan Motor Ford memproduksi produknya dengan cara membuat variasi dan model untuk menarik minat konsumen yang berbeda-beda berdasarkan usia, pendapatan, jenis kelamin maupun status keluarga. Tentu saja pembeli yang memiliki pendapatan yang tinggi yang akan membeli produk yang berkelas.

Meskipun pemasaran berbeda umumnya tidak terlalu efektif dalam memenuhi keinginan konsumen, namun pemasaran berbeda dapt menjadi sumber daya perusahaan yang utama. Rencana dan penerapan berdasarkan kerjasama antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lain dirasa lebih efektif dalam pemasaran sebuah produk.

Pemasaran yang terkonsentrasi

Maksudnya Pelaku pasar memutuskan untuk menggunakan pendekatan segmentasi, tetapi rendah akan sumber daya atau kecenderungan untuk mendekati setiap perbedaan. Pemasaran yang terkonsentrasi melakukan kesepakatan antara pemasaran non berbeda dan pemasaran berbeda. Hal ini kemungkinan memberikan keuntungan bagi pemasaran non berbeda yang mencoba untuk menjual produknya lebih luas dari yg bersifat homogen menjadi heterogen pada pasar besar. Dalam waktu yang sama, pemasaran yang terkonsetrasi menfokuskan hanya pada penjualan tunggal dalam pasar tunggal.  Strategi ini bias saja digunakan dalam skala ekonomi dengan perbedaan produksi terendah sejalan dengan pemasukan atau pengeluaran (uang) dengan tingkat promosi  terendah dan strategi distribusi.

Kombinasi Pendekatan

Kesepakatan lainnya dalam strategi pencapaian adalah melalui kombinasi pendekatan. Dengan strategi ini, pelaku pasar menentukan apakah mereka akan mengkombinasikan dengan segmen yang sebelumnya pernah dikenal menjadi segmen besar sehingga memunculkan  respon konsumen tunggal meskipun mereka memiliki pendapat yang berbeda. Kombinasi pendekatan mengizinkan para pelaku pasar dalam menutupi secara lebih total pasar dengan cara pencampuran pemasaran tunggal daripada menggunakan pemasaran yang terkonsetrasi.  Para pelaku pasar yang menggunakan pendekatan kombinasi memilih porsi target dari total pasar melalui pengkombinasian atau pelaku pasar mungkin memilih untuk menutpi pasar paling besar secara menyeluruh melalui penciptaan kerjasama berbagai segment.

Sebagai contoh :

Mercedes-Benz akan menggunakan pendkatan ini jika perusahaan tersebut menargetkan 450 SL untuk 2 hal : segmen kemewahan dan segmen mobil sport. 2 segmen pasar ini sering menjdi target yg dipisah (2 unsur) tetapi mereka dikombinasikan menjadi satu secara sukses kedalam menjadi mobil sport yang mewah .

Pemecahan

Pendekatan yang paling esktrim dalam pencapaian suatu target adalah pemecahan. Pelaku pasar biasanya menggunakan strategi ini dimana berfokus pada tiap tiap konsumen dan pembisnis dalam pasar total  sebagai segmen pasar yang terpisah dan mengembangkan pencampuran pemasaran yang bersifat unik untuk tiap masing-masingnya.

Pemecahan merupakan konsumen-gerakan pemasaran paling akhir. Bagaimanapun harga dan kesepakatan dari sumber daya untuk dalam mengimplementasikan strategi ini begitu besar dimana sedikit manufaktur dari konsumen yang baik dapat diraih. Pemecahan juga mengkarakterisasikan usaha pemasaran penanam saham terhadap jasa yang spesifik misalnya dengan menggunakan  pengacara ataupun konsultan pajak.

 

Sebagai contoh :

Penjaja keliling menjual produk mereka pada konsumen yang telah terorganisir, mereka dapat menggunakan pendkatan ini secara sukses karena umumnya bentuk usaha pemasaran yang mereka kerjakan masih dalam skala kecil dan lebih terkonsentrasi bila dibandingkan dengn konsumen pasar.

Memilih Pendekatan

Pembuat keputusan pemasaran harus memikirkan banyak kasus dalam memutuskan mana target yang terbaik, kasus ini termasuk factor baik internal dan eksternal dalam sebuah perusahaan.

Faktor Internal :

Perusahaan harus memikirkan tujuan mereka dan objeknya sebaik mungkkin dengan sumber daya yang mreka punya. Tujuan organisasi dan objektif harus mempengaruhi  pilihan tersebut dalam pencapaian strategi. Sebagai contoh :

klinik kesehatan yang ditujukan bukan untuk keuntungan, misalnya, yang tujuannya adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan preventif untuk seluruh masyarakat, dapat memilih strategi dibedakan meskipun fakta bahwa beberapa segmen pasar yang mahal untuk melayani atau sulit dijangkau.

Faktor Eksternal

Strategi yang digunakan dalam hal ini cenderung luas seperti pemasaran dibeda-bedakan akan bekerja. sama, menggabungkan bisa membuktikan bermasalah di pasar dimana pesaing memfokuskan upaya pada yang lebih kecil, target pasar yang lebih tepat. semakin besar tingkat heterogenitas di pasar, semakin besar kemungkinan bahwa strategi dibedakan, terkonsentrasi, atau terpilah akan terbukti paling efektif Organisasi  dibutuhkan dalam  mempertimbangkan persaingan dan jenjang heterogenitas yang ditampilkan oleh pasar sebelum memutuskan pada strategi penargetan. semakin besar persaingan di pasar,

Setelah mempertimbangkan semua masalah internal dan eksternal, dasar fundamental di mana pemasar harus memilih strategi pencapaian antara lain analisis biaya-manfaat. untuk setiap target pasar, pelaku pasar harus mempertimbangkan, biaya campuran untuk perencanaan dan pelaksanaan pemasaran bagi segmen yang seharusnya dilakukan perhitungan terhadap pendapatan yang kemungkinan segmen tersebut akan menghasilkan keuntungan. Untuk proyek pendapatan segmen dapat diharapkan untuk menghasilkan sesuatu, perusahaan harus terlibat dalam meramalkan sesuatu.

 

Posisi dan Persepsi Pemetaan
Posisi :

Setelah memilih strategi pencapaian dan mengidentifikasi target pelaku pasar maka mereka  perlu sebuah kedudukan produk nya di benak konsumen.

Persepsi Pemetaan :

karena posisi ini didasarkan pada persepsi konsumen, cara yang berguna bagi pemasar untuk memilih strategi pemasaran adalah melalui penggunaan peta persepsi. peta perseptual adalah grafik dari persepsi konsumen untuk atribut produk di dua atau lebih dimensi. Peta persepsi juga dapat digunakan untuk menganalisis posisi saat ini  dimana penawaran perusahaan bersifat relatif terhadap persaingan dan permintaan konsumen.

Untuk produk yang ada, pelaku pemasaran dapat menggunakan peta persepsi yang mencakup titik baying bayang yang ideal apakah  harus menentukan dan mempertimbangkan kembali posisi produk. Kelebihan lain bahwa peta persepsi dapat digunakan dalam menentukan peluang dari produk baru.

 

POINT KUNCI

Pasar terdiri dari orang atau bisnis dengan potensi kepentingan, daya beli, dan kemauan untuk menghabiskan uang untuk membeli produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan.

Pelaku pasar umumnya dibedakan menjadi subpasar atau segmen, prosesnya disebut segmentasi pasar.

Dasar utama untuk segmentasi antara lain geografis, demografis, pisiografis, dan tingkah laku

Variabel segmentasi Geografis dan demografis  merupakan penggambaran karakteristik tentang keinginan seseorang

Segmentasi pisiografis, menggunakan aktivitas konsumen, ketertarikan, dan pendapat. Serta memperkaya deskripsi segmen pasar melebihi demografi sederhana. Hal ini sangat membantu dalam berpikir tentang pisiografis sebagai langkah pemikiran

Variable tingkah laku mengaktifkan para manajer dari segmen pasar berdasarkan perilaku aktual konsumen.  Segmentasi dapat dudasarkan pada variable seperti penggunaan jenjang (tingkatan), kemewahan, kesiapan dalam membeli dan keuntungan yang diperoleh.

Pelaku pasar memiliki 5 target strategi pencapaian yang mesti dipikirkan yaitu non berbeda, berbeda, konsentrasi, kombinasi dan pemisahan

Pemasaran Non berbeda merupakan pendekatan dalam pemasaran yang berasumsi bahwa semua konsumen dapat dicapai dengan gabungan pemasaran tunggal.

Pemasaran Berbeda ( dibedakan)  melibatkan pengembangan gabungan pemasaran yang bersifat unik untuk mengidentifikasi segmen pasar

Peta persepsi dapat digunakan untuk mengidentifikasi kesempatan baru bagi para pelaku pasar atau menempatkan kembali jika keberadaan suatu produk sudah  dilakukan

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s