MANAJEMEN DAN PENGEMBANGAN PRODUK

 

 

 

Peluang Produk Baru

Rubbermaid, adalah perusahaan yang dipilih oleh majalah Fortune, sebagai perusahaan yang terus melakukan pengembangan-pengembangan pada produk yang dihasilkannya.

Perusahaan ini memproduksi peralatan rumah tangga tersebut mampu menciptakan produk-produk yang booming di pasaran, sehingga mampu menciptakan dan mencapai target penjualan dengan persentase yang cukup memuaskan pada tahun 1993.

 

Klasifikasi Produk Baru Berdasarkan Pengembangannya

Produk-produk baru dapat digolongkan sebagai  :

  • Produk Inovasi

Adalah produk dengan inovasi terbaru dan berbeda dengan produk sebelumnya. Produk-produk dengan inovasi terbaru dapat dengan baik memulai daur hidupnya. Namun pengembangan produk dengann menggunakan jalan inovasi ini sendiri memiliki resiko yang tinggi tentunya memerlukan banyak investasi uang, waktu dan sumber-sumber lainnya dari perusahaan tersebut. Contoh mesin cuci, mesin fax dan microwave.

  • Produk Modifikasi

Produk yang telah ada sebelumnya di modifikasi sedemikian rupa, namun dalam hal ini memodifikasi betul-betul dapat mendatangkan laba namun tidak beresiko tinggi.

  • Produk Daur Ulang

Disebut dengan istilah produk daur ulang adalah produk yang telah beredar sebelumnya namun ada pembaharuan baik dari nama produk itu sendiri. Misalnya saja kita telah mengetahui sebelumnya mengenai produk makanan cepat saji, namun bagi perusahaan tertentu seperti Mc. Donald hal ini adalah jenis usaha baru.

Klasifikasi Produk Baru Berdasarkan Fungsinya dalam Strategi Pemasaran

Produk baru adalah produk dengan nama dan jenis yang baru dalam sebuah perusahaan. Adapun fungsi produk-produk baru dalam strategi pemasaran antara lain :

  1. Sebagai identitas baru

Dalam perusahaan biasanya produk baru tersebut memberikan identitas baru bagi perusahaan tertentu sehingga perusahaan tersebut dikenal konsumennya sebagai perusahaan yang memproduksi barang tersebut. Misalnya Seiko, konsumen akan mengenal perusahaan tersebut sebagai perusahaan yang memproduksi jam.

  1. Sebagai penambah varietas baru

Perusahaan dapat memproduksi produk baru dengan cara menciptakan rasa baru, ukuran yang baru dan model yang baru. Hal ini memungkinkan perusahaan dapat mempertahankan existensinya dalam dunia bisnis.

  1. Sebagai ukuran kecanggihan teknologi

Dengan menggunakan strategi ini, perusahaan dapat meningkatkan penjualan produk baru di pasaran misalnya saja penjualan komputer, tingkat kecanggihan komputer selalu berubah dan semakin canggih.

  1. Sebagai produk Franchise

Dengan cara ini, perusahaan memproduksi produk tertentu dan memperluas penyebarannya dengan sistem franchise, yaitu dengan menambah cabang baru untuk memasarkan produk tersebut.

Perkembangan Produk Baru

Bagaimanakah produk baru dikembangkan? Berdasarkan riset yang telah dilakukan, setiap perusahaan yang mengembangkan produk baru terlebih dahulu menentukan misi, tujuan dan strategi perusahaan dimasa mendatang. Penentuan komitmen terhadap peluncuran produk baru dengan menganalisa kelebihan dan kekurangan dari produk itu sendiri.

 

Proses Tahapan Pengembangan Produk

Pengembangan produk terdiri atas 6 tahapan proses, yaitu :

  1. Mengembangkan strategi

Pengembangan strategi dapat dilakukan setelah dilakukannya analisa yang lengkap terhadap suatu produk. Penentuan parameter sangat penting dalam proses ini, antara lain seperti penentuan tujuan dari memproduksi produk baru dan program-program apa saja yang dapat mendukungnya.

  1. Generalisasi Ide

Pada tahap ini, ide-ide yang dikeluarkan kemudian di kembangkan sehingga ide yang tadinya bersifat umum kemudian dikembangkan sehingga dapat ditentukan secara lebih spesifik. Ide-ide tersebut berasal dari banyak pihak didalam perusahaan, dan hal ini sangat baik untuk mengetahui siapa saja yang menjadi pesaing perusahaan, investor yang akan berivestasi di perusahaan untuk penciptaan produk baru, konsumen sebagai user produk baru tersebut, dan distributor yang akan memasarkan produk baru tersebut. Beberapa perusahaan memberikan bonus kepada karyawan yang memberikan ide-ide cemerlang yang di gunakan untuk produk baru yang akan diproduksi. Namun, tidak sedikit juga ide-ide yang disampaikan oleh banyak pihak di perusahaan tersebut bertolak belakang dengan riset terhadapa pengembangan produk baru tersebut.

  1. Pemantauan dan Evaluasi

Sebagai awal dari tahap ini, ide yang telah dikembangkan secara lebih terfokus terhadap suatu produk yang akan diciptakan terus dipantau. Dalam hal ini akan ditentukan banyaknya faktor-faktor penyebab kesalahan yang akan terjadi. Sebut saja, ada 2 (dua) jenis kesalahan :

–            Faktor penyebab kesalahan yang dapat ditoleransi

–            Faktor penyebab kesalahan yang tidak dapat ditoleransi

Kedua faktor diatas dibedakan pada apakah ide tersebut dapat dijalankan atau tidak. Bila yang muncul adalah faktor-faktor penyebab kesalahan yang tidak dapat ditolelir, maka ide tersebut tidak akan diteruskan.

Evaluasi awal dirancang untuk menentukan peluang pasar suatu produk. Perusahaan harus dapat menentukan apakah ide-ide baru yang didapati sesuai untuk produk baru yang akan produksi.

  1. Analisa Usaha

Pada tahap ini, ide-ide yang tetap dipertahankan untuk produk-produk baru tersebut di analisa apakah dengan memproduksi produk baru tersebut target penjualan akan tercapai? Kebutuhan pasar terpenuhi? Serta berapakah besaran pengembalian modal dan tingkat keuntungan yang akan diperoleh?. Perusahaan harus dapat menentukan apakah produk itu mampu meningkatkan penjualan dengan besaran biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi produk baru tersebut. Ada beberapa variabel yang dapat dijadikan parameter dalam tahap ini, antara lain :

–       Permintaan atau pembelian

Menentukan banyaknya permintaan merupakan kunci untuk memprediksi potensi pasar suatu produk dimasa mendatang, serta langkah-langkah antisipasi yang akan digunakan oleh perusahaan dalam rangka memenuhi permintaan atau pembelian produk dari konsumen. Sangat sulit bagi pihak manajemen perusahaan memprediksi tingkat permintaan suatu produk yang akan diproduksi bila produk tersebut telah lama dikenal oleh masyarakat luas sebelumnya. Pihak manajemen perusahaan seharusnya tidak hanya memprediksi tingkat penjualan yang akan terealisir, namun juga dapat memprediksi apa dampak dari produk baru yang dihasilkan bagi perusahaannya. Dan jangan sampai produk baru yang akan diproduksi tersebut menghilangkan produk yang sudah ada, sehingga produk yang telah di produksi oleh perusahaan sekarang menurun penjualannya.

  1. Pengembangan

Setelah suatu produk melewati tahap perkenalan kemudian tahap selanjutnya adalah pengembangan produk. Dalam tahap ini, mereka yang bekerja di bagian riset dan pengembangan dengan bantuan tenaga ahli akan mengembangkan prosdk dengan model baru dan diiringi perkembangan pemasaran produk baru tersebut termasuk kemasan dan label, nama atau merk, pengiklanan dan strategi pemasaran.

Pada tahap pengembangan, teknis pengembangan sangat diperlukan, mulai dari harga yang diciptakan harus terjangkau oleh konsumen. Dan tidak mengherankaan bila pada tahap ini banyak mengeluarkan dana. Salah satu alasan yang menyebabkan tahap ini berlangsung cukup  lama adalah karena perusahaan memproduksi barang atau produk baru untuk kemudian mengujinya ke konsumen dan biasanya produk baru tersebut memerlukan izin dari pemerintah setempat, yang membutuhkan proses yang cukup lama.

Proses pengembangan tersebut akan dapat berlangsung cepat bila pihak riset dan pengembangan berbasiskan kemampuan pemikiran pemasaran dan keuangann , mereka harus memiliki konsep dan gambaran yang baik untuk harga dan variasi produk itu sendiri

  1. Pengujian

Setelah produk itu sendiri dikembangkan, maka produk dapat diperkenalkan melalui pasar uji coba , hal ini dapat meminimalisir keadaan dimana bila produk tersebut mengalami kegagalan  dan salah satu keuntungannnya adalah perusahaan dapat mengetahui bagaimana cara yang lebih efektif dalam memasarkan produk tersebut meliputi :

–       Persiapan

Konsumen diperlihatkan dengan produk-produk baru melalui iklan

–       Permodelan

Dengan menggunakan data tersebut dan mengembangkannnya dalam suatu permodelan pemasaran produk

–       Promosi yang kontinyu

Dengan tetap melakukan promosi produk baru tersebut dari satu tempat ke tempat yang lain:

Kenapa Produk Dikatakan Gagal Ataupun Berhasil?

Terdapat 9 faktor yang menyebabkan kegagalan antara lain :

  1. Produk tersebut biasa saja

atau dapat dikatakan bahwasanya produk tersebut tidak terdapat ciri khas tertentu sehingga tidak menarik perhatian konsumen.

  1. Perencanaan yang tidak matang

Produk baru harus betul-betul dipikirkan anggarannya, segmentasi pasar akan dapat menyebabkan perencanaan yang tidak matang.

  1. Waktu yang tidak tepat

Beberapa perusahaan ada yang tidak tepat dalam mengembangkan produknya (bisa saja terlalu cepat ataupun terlalu lambat

  1. Permasalahan teknis

Desain yang tidak tepat ataupun masalah-masalah teknis lainnya dapat menyebabkan produk yang gagal.

  1. Tidak terdapatnya kejelasan tujuan pembuatannya

Adakalanya perusahaan tidak memiliki kejelasan terhadap  tujuan dari penciptaan produk itu sendiri.

  1. Biaya produksi yang terlalu tinggi

Terkadang produk baru yang diciptakan tersebut memerlukan biaya  yang besar tanpa kita sadari, namun penjualan yang diharapkan

  1. Persaingan

Merupakan kesalahan yang besar  bila perusahaan mengabaikan siapa saja yang menjadi pesaingnya

  1. Politik perusahaan

Dibeberapa perusahaan kebijakan perusahaan sangatlah menentukan keberhasilan sebuah produk.

  1. Ketergantungan terhadap izin pemerintah

Ada beberapa produk yang memerlukan izin pemerintah misalnya saja produk peralatan operasi kornea mata

Adapun faktor-faktor keberhasilan suatu produk :

  1. Keunggulan produk

Produk yang inovatif dengan kualitas yang tinggi, maka dapat menarik minat konsumen

  1. Persiapan yang matang

Produk yang sukses dipasaran memiliki persiapan yang mantap seperti halnya melakukan riset dan penganggaran yang baik.

  1. Pengembangan yang tepat

Dengan mengetahui tujuan diproduksinya produk tersebut, maka perusahaan dapat mengetahui keinginan pasar, kebutuhan konsumen dan hal lain yang berkaitan dengan pengembangan produk.

Memanage Produk yang Sudah Ada

  1. Dengan mempertahankan daur hidup Produk

–            Mencari pengguna produk tersebut

–            Meningkatkan penggunaan produk oleh para penguna produk kita

–            Terus mencari manfaat-manfaat baru dari suatu produk

  1. Memodifikasi produk yang sudah ada

–            Menentukan merk produk tertentu yang menarik

–            Merubah bentuk dan tampilan produk tersebut

–            Ekspansi produk tersebut


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s